Selasa, 10 Februari 2009

Riddah

Makna riddah:
Menurut bahasa: Kembali dari sesuatu kepada sesuatu.
Menurut syara' / istilah: Kembali dari agama Islam kepada agama kafir, samada dengan niat atau perbuatan atau perkataan.


Makna murtad, iaitu orang yang kembali dari agama Islam kepada agama kafir.
Seseorang atau sesuatu kumpulan boleh menjadi murtad dengan melalui salah satu dari beberapa sebab berikut ini, antara lain:
1. Mempersekutukan Allah apakah melalui I'tikad, ucapan ataupun perbuatan seperti sujud kepada berhala atau berjalan ke gereja dengan fesyen orang Nasrani
2. Mengingkari agama Islam atau satu rukun padanya, atau mengingkari satu hukum Islam yang dapat diketahui secara jelas dan sahih
3. Orang yang meng'itikadkan bahawa tidak wajib berhukum dengan hukum yang diturunkan Allah
4. Orang yang meninggalkan solat kerana mengingkari kewajibannya, dan demikian pula jika ia mengingkari kewajiban solat walaupun tidak meninggalkannya
5. Orang yang meninggalkan solat kerana kesombongan atau kedengkian
6. Orang yang meninggalkan solat kerana meremehkan dan memandang hina terhadap solat
7. Orang yang meninggalkan solat, dan berterusan meninggalkannya hingga dibunuh
8. Orang yang meninggalkan solat karena berpaling daripadanya, ia tidak mengakui kewajiban solat dan tidak pula mengingkarinya
9. Dan banyak lagi yang lainnya
Perbuatan perbuatan di atas jika dilakukan oleh seorang yang baligh serta berakal, baik lelaki mahupun wanita dan perbuatan demikian dilakukan dengan inisiatif sendiri maka perbuatan itu menjadikannya murtad.


SYARAT SAH UNTUK MENJADI MURTAD
Seseorang muslim itu boleh menjadi murtad dengan melakukan perkara-perkara kufur dengan beberapa syarat, yaitu:

Syarat Pertama
Berakal. Oleh itu orang gila dan kanak-kanak tidak dapat menjadi murtad dengan melakukan perkara-perkara berkenaan. Kerana berakal juga adalah syarat layak untuk berakidah. Namun sekumpulan ulamak seperti Abu Hanifah, Muhamad, Malikiah dan Hanabilah mengatakan bahawa sah kemurtadan seorang kanak-kanak. Mereka berpendapat Baligh bukan menjadi syarat untuk berlakunya murtad.

Syarat Kedua
Dengan ikhtiar dan kerelaan. Oleh itu kemurtadan orang yang dipaksa berbuat demikian tidak sah. Dia dipaksa untuk murtad sedangkan hatinya tetap tenang beriman dengan Allah Taala.

http://www.geocities.com/naeimweb/definasiriddah.htm


Kafir (berasal dari bahasa Arab كافر kāfir; plural كفّار kuffār) secara harfiah berarti orang yang menyembunyikan atau mengingkari kebenaran. Dalam terminologi kultural kata ini digunakan dalam agama Islam untuk merujuk kepada non muslim atau kepada muslim yang mengingkari nikmat Allah (sebagai lawan dari kata syakir, yang berarti orang yang bersyukur).

Di dalam Al Qur'an, kitab suci agama islam, kata kafir dan variasinya digunakan dalam beberapa penggunaan yang berbeda
• Kufur at-tauhid (Menolak tauhid): Dialamatkan kepada mereka yang menolak bahwa Tuhan itu satu.
• Kufur al-ni`mah (mengingkari nikmat): Dialamatkan kepada mereka yang tidak mau bersyukur kepadaTuhan
• Kufur at-tabarri (melepaskan diri)
• Kufur al-juhud: Mengingkari sesuatu
• Kufur at-taghtiyah: (menanam/mengubur sesuatu)

http://id.wikipedia.org/wiki/Kafir

Musyrik adalah orang yang melakukan dosa syirik (berasal dari kata syarikah : persekutuan) yaitu mempersekutukan atau membuat tandingan hukum atau ajaran lain selain dari ajaran/hukum Allah. Syirik adalah akhlak yang melampaui batas aturan dan bertentangan dengan prinsip tauhid yaitu dengan mengabdi , tunduk , taat secara sadar dan sukarela pada sesuatu ajaran / perintah selain dari ajaran Allah.
Dalam Islam, syirik adalah dosa yang tak bisa diampuni kecuali dengan pertobatan dan meninggalkan kemusyrikan sejauh-jauhnya.
Kemusyrikan secara personal dilaksanakan dengan mengikuti ajaran2 selain ajaran Allah secara sadar dan sukarela (membenarkan ajaran syirik dalam qalbu, menjalankannya dalam tindakan dan berusaha menegakkan atau menjaga ajaran syirik tersebut).

• Menurut imam hanafi yang dimaksud dengan fasik ada 2 macam:

1. orang yang mengerjakan dosa dengan terang-terangan,
seperti mabuk di jalanan atau pergi ke tempat pelacuran
atau pergi ke tempat perjudian dengan terang-terangan, dsb.

2. orang yang mengerjakan dosa dengan sembunyi-sembunyi,
tetapi diberitahukannya dengan bangga kepada beberapa orang
teman-temannya, bahwa ia berbuat yang demikian, seperti sebagian orang
yang meninggalkan shalat dan puasa, lalu diceritakannya kelakuannya itu
kepada teman-temannya bahwa ia tidak shalat dan tidak puasa, dsb.


Golongan 1:

orang-orang yang termasuk golongan ini sesungguhnya tau/sadar
bahwa yang dilakukannya adalah menentang perintah Allah,
tapi mereka udah gak merasa bahwa mereka harus tunduk pada Allah,
dan mereka juga udah gak malu-malu dan takut lagi untuk
menunjukkan sikapnya itu pada semua orang.

Golongan 2:

orang-orang yang termasuk golongan ini sesungguhnya juga tau/sadar
bahwa yang dilakukannya adalah bertentangan dengan ajaran Allah,
dan sebagian hatinya sebenarnya masih mengakui Allah adalah Tuhannya,
tetapi dikarenakan mereka lalai menjaga hatinya,
maka syaitan berhasil mengambil yang sebagian lagi dari hatinya.

mereka masih merasa malu atau takut untuk menunjukkan perbuatan
dosanya itu pada sebagian orang, tetapi dengan bangga dan tidak
malu-malu menunjukkannya pada sebagian yang lain.

sebagian rasa malu yang merupakan anugerah Allah yang sesungguhnya
berguna untuk menjaga hatinya (dan keselamatannya dunia-akhirat),
dijualnya kepada syaitan untuk ditukar dengan kenikmatan duniawi,
yang sesungguhnya sangatlah teramat sedikit.

http://id.wikipedia.org/wiki/Musyrik

Tidak ada komentar: