Kamis, 16 Oktober 2008

jinayat

Pengertian Jinayat

Jinayah menurut fuqaha' ialah perbuatan atau perilaku yang jahatyang dilakukan oleh seseorang untuk mencerobohi atau mencabul kehormatan jiwa atau tubuh badan seseorang yang lain dengan sengaja.Penta`rifan tersebut adalah khusus pada kesalahan-kesalahan bersabit dengan perlakuan seseorang membunuh atau menghilangkan anggota tubuh badan seseorang yang lain atau mencederakan atau melukakannya yang wajib di kenakan hukuman qisas atau diyat.Kesalahan-kesalahan yang melibatkan harta benda, akal fikiran dan sebagainya adalah termasuk dalam jinayah yang umum yang tertakluk dibawahnya semua kesalahan yang wajib dikenakan hukuman hudud, qisas,diyat atau ta`zir.

http://www.al-azim.com/masjid/infoislam/jinayat/home.htm

Pengertian Ta’zir

Ta’zir adalah suatu jarimah yang diancam dengan hukuman ta’zir (selain had dan qishash), pelaksanaan hukuman ta’zir, baik yang jenis larangannya ditentukan oleh nas atau tidak, baik perbuatan itu menyangkut hak Allah atau hak perorangan, hukumannya diserahkan sepenuhnya kepada penguasa. Hukuman dalam jarimah ta’zir tidak ditentukan ukurannnya atau kadarnya, artinya untuk menentukan batas terendah dan tertinggi diserahkan sepenuhnya kepada hakim (penguasa). Dengan demikian, syari’ah mendelegasikan kepada hakim untuk menentukan bentuk-bentuk dan hukuman kepada pelaku jarimah.

http://zanikhan.multiply.com/journal/item/694/694

Pengertian Diyat
Diyat ialah denda pengganti jiwa yang tidak berlaku atau tidak dilakukan padanya hukuman bunuh.
a. Bila wali atau ahli waris terbunuh memaafkan yang membunuh dari pembalasan jiwa.
b. Pembunuh yang tidak sengaja
c. Pembunuh yang tidak ada unsur membunuh.

www.geocities.com/soid8/hukuman_diyat.htm

Pengertian Qishash
Menurut syaraĆ¢’ qishash ialah pembalasan yang serupa dengan perbuatan pembunuhan melukai merusakkan anggota badan/menghilangkan manfaatnya, sesuai pelangarannya.

http://id.wikipedia.org/wiki/Qishash

Pengertaian Dam

Dam yaitu menyembelih binatang dan penggantinya dam itu daripada makanan atau puasa yang wajib ditunaikan oleh orang yang mengerjakan haji dan umrah jika ia meninggalkan salah satu daripada perkara wajib haji/umrah ATAU melakukan perkara-perkara larangan semasa ihram ATAU menunaikan haji Tamattu', Qiran dengan syarat-syaratnya.
http://www.dzikir.org/b_haji09.htm


Tentang Larangan Zina Dan Minum Khamr

Tentang Zina
Tidak ada hadis sahih yang mengatakan bahwa orang berzina tidak terima amalnya selama empat puluh tahun. Yang pasti zina adalah perbuatan keji dan diharamkan. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa’: 32).

Hukuman orang berzina di dunia menurut syariat Islam adalah:

- Apabila belum pernah menikah, maka hukumannya dicambuk seratus kali dan di asingkan satu tahun.

- Apabila pernah menikah, maka hukumannya dirajam sampai mati.

Tentang Meminum Khamr
Minuman keras dan narkoba serta segala yang memabukkan adalah diharamkan oleh Allah Ta’aala. Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)..”
(QS. Al-Maa’idah: 90-91).

Memang benar orang yang meminum khamr sampai mabuk tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. (HR. Ibnu Majah dengan sanad sahih). Namun, bukan berarti kalau tidak sampai mabuk boleh, karena disebutkan dalam hadis lain bahwa khamr diharamkan sedikit atau banyaknya, walau setetes. Rasulullah –Shallallaahu ‘ Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Sesuatu yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya adalah haram.” (HR. Abu Dawud dengan sanad sahih).